HOME CARE DALAM PERAWATAN ULKUS DIABETIKUM DI KOTA SEMARANG

Eni Kusyanti Kusyanti

Abstract


Pendahuluan. Meningkatnya jumlah penderita Diabetes Mellitus menyebabkan peningkatan kejadian komplikasi diabetes, diantaranya luka pada kaki. Praktek keperawatan dapat berupa klinik ataupun perawatan dirumah (homecare). Tujuan penelitian adalah memperoleh gambaran keputusan memilih perawat praktek mandiri melalui home care dalam perawatan ulcus diabeticum di kota Semarang.  Metode. Metode penelitian kualitatif dilakukan pada 6 orang penderita Ulkus Diabetikum sebagai responden primer menggunakan  Focus Group Discussion. Partisipan dipilih secara purposive sampling. Triangulasi sumber oleh praktisi praktek mandiri perawat dan ketua PPNI. Analisis data menggunakan content analysis thematic. Hasil. Hasil penelitian penyebab terjadinya luka juga menentukan waktu penyembuhan, perawatan luka yang baik dipahami lebih kearah prosedur dan sifat empati yang menonjol dari perawat, partisipan mengetahui adanya praktek mandiri perawat dari membaca informasi papan praktek yang terpasang dan informasi dari orang lain, home care dipahami dari arti kalimat saja, sedangkan alasan dan keputusan menggunakan jasa home care karena banyak keuntungan yang diperoleh. Diskusi. Tanggapan yang positif dari masyarakat pengguna pelayanan home care karena perawat memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang sesuai dengan kebutuhan stake holder serta melakukan pelayanan secara komprehensif. 

 

Kata kunci: Perawat praktek mandiri, Home care, Ulcus diabeticum


Full Text:

PDF

References


Position Statement: Standar of Medical Care in Diabetes-2013. Diabetes Care, 33 (suppl.1): S11 diakses pada tanggal 22 Oktober 2013 dari http://www.care.diabetesjournals.org.

Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 12 Tahun 2013. 2013. Tentang Jaminan Kesehatan. Jakarta: Presiden Republik Indonesia. Hal. 2

Cahyono, JB.Suharjo. 2011. Manajemen Ulkus Kaki Diabetik. Dexa Media Jurnal Kedokteran dan Farmasi.

Depkes. 2010. Peningkatan Jumlah Penderita Diabetes di Indonesia.

Dinas Kesehatan Kota Semarang. 2013. Profil Kesehatan Kota Semarang.

Karota, Evi. 2008. Perawatan Kesehatan di Rumah (Home Health Care). Jurnal Ilmiah.

Kementerian Kesehatan. 2010. Peraturan menteri kesehatan RI nomor 1796/MENKES/PER/VIII/2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan. Jakarta.

Kementerian Kesehatan. 2010. Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor Hk.02.02/MENKES/148/2010 tentang Ijin dan Penyelenggaraan Praktek Perawat. Jakarta.

Kemenkes. 2013. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Mulyanasari, F., Subekti, H., & Kep, S. 2014. Evaluasi Pelaksanaan Pendidikan Pasien dan Keluarga Pada Pelayanan Home Care Berstandar Joint Commission International Di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta (Doctoral Dissertation, Universitas Gadjah Mada). (Diunduh pada tanggal 7 Agustus 2015) Tersedia di http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?

Survey Kompas. 2011. (Diunduh pada 15 Februari 2015) tersedia di http;//www.kompas.com

Te Boekhorst, S., Depla, M. F., de Lange, J., Pot, A. M., & Eefsting, J. A. 2009. The Effects of Group Living Homes on Older People with Dementia: A Comparison with Traditional Nursing Home Care. International Journal of Geriatric Psychiatry, 24(9), 970-978. (Diunduh pada tanggal 8 Juni 2015) Tersedia di http://www.readcube.com/articles/

Undang – undang RI no 38 tahun 2014 Tentang Keperawatan. (Diunduh pada 15 Februari 2015) tersedia di http;//www.UURI.go.id

Waspadji.S. 2007. Faktor Resiko Diabetes Mellitus. (Diunduh pada 15 Februari 2015) tersedia di http://www.medica.com/images/kabar.sehat.Edition




DOI: http://dx.doi.org/10.24990/injec.v1i1.109

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




This journal is indexed by:


 

 Creative Commons License

This journal (p-ISSN:2527-8800; e-ISSN:2527-8819) is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.